Cinta Menurut Pandangan Islam
Dalam kehidupannya manusia tidak dapat terlepas dari dua sisi, sisi jasmaniyyah dan sisi rohaniyyah, dalam sisi jasmaniyyahnya manusia mempunyai sebuah kecenderungannya untuk berfikir, untuk makan untuk minum, dan untuk tidur, tapi dibalik itu ada dimensi lain yang dimiliki oleh manusia yaitu dimensi perasaan atau sisi rohaniyyah, dimensi perasaan inilah yang banyak mempengaruhi identitasnya sebagai manusia, dan yang membedakannya dari orang lain. Perasaan inilah yang menimbulkan suka senang, benci, bahkan karena saking eratnya manusia akan perasaan ini sampai terbentuk salah yang sering disebut sebagai hari kasih sayang sedunia, yang dirayakan setiap tahun oleh orang-orang sedunia dan juga tidak ada salahnya jika saya sedikit mengupas tentang cinta, lebih khusus lagi cinta dalam perspektif islam atau konsep islam.
Dalam karya monumental, ihya ulumuddin Imam Ghazali memaparkan hakikat perasaan cinta dan hubungannya dengan perasaan yang lain, tentang bagaimana hubungannya dengan perasaan yang lain, bagaimana definisi cinta dan macam-macam cinta, dan apa dan bagaimana cinta kepada Allah. Imam ghozali mengawali pembicaraannya dengan sebuah definisi perasaan cinta, macam-macam cinta, dan sebab yang membuat manusia untuk mencintai dalam kehidupan ini.
Dalam sub bab “bayani hakikatil mahabbah wa asbabuha watahqiqil ma’na mahabbatul ‘abdi lillah, imam ghozali mengatakan bahwa sebuah cinta tidak dapat tumbuh kecuali setelah mengetahui dan benar-benar tahu siapa yang dicintai itu, karena bagaimanapun adalah sebuah kemustahilan jika manusia tiba-tiba mencintai kepada orang yang yang belum pernah di temui sebelumnya kemudian bilang aku cinta padamu. karena cinta menurut beliau adalah min khosoishil mudrik (hanya orang-orang yang tertentu, yang dapat menemukan cinta) lebih jauh lagi beliau mendefinisikan cinta sebuah ungkapan tentang kecenderungan watak seseorang kepada sesuatu yang bisa memancarkan sebuah kelezatan. dan apa bila kemudian kelezatan itu semakin bertambah dan semakin kuat maka itulah yang menurutnya disebut sebagai sebuah kerinduan.
Cinta terbagi menjadi beberapa macam, salah satunya yaitu panca indera dimana ia mempunyai rasa cinta dan kenikmatan tersendiri ketika melihat sesuatu yang dianggapnya lezat, seperti mata misalnya, ia akan merasakan kenikmatan ketika melihat sesuatu yang indah, telinga ketika ia mendengarkan suara yang merdu ia akan merasakan kenikmatan tersendiri, begitu pula dengan hidung ia akan merasakan kenikmatan ketika ia mencium bau yang wangi. Dan seterusnya.
Apabila dalam hal ini cinta dapat terjadi pada hal-hal sifatnya dapat di jangkau oleh panca indera, cinta pula dapat dijangkau dengan akal dan hati, bahkan ia lebih peka jika di bandingkan dengan panca indera yang lainnya, indera perasaan atau dalam hal ini adalah hati lebih peka dari pada indera penglihatan atau mata, itulah sebabnya ada pepatah yang mengatakan lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati.
Lebih lanjut lagi imam ghozali berpendapat bahwa watak asli manusia itu lebih menyukai dirinya ketimbang orang lain, bahkan mencintai orang lainpun tak jarang hanya karena dirinya sendiri atau kalau bahasa kasarnya “ada maunya”, bagaimanapun cinta pada sesuatu adalah sebuah kewajaran yang di miliki manusia, bahkan ini adalah hal yang sangat wajar di kehidupan manusia, justru adalah sebuah kekurang wajaran jika manusia menutup pintu cinta, lalu mencintai itu di larang, tentu akan timbul sebuah keegoisan di kalangan manusia itu sendiri.
Cinta yang kedua yaitu cinta kepada anak dan istri kepada kawan dan kepada sehabat dekatnya, cinta ini bukanlah sebuah penyempurnaan cinta kepada diri sendiri, bahkan inilah yang disebut oleh imam ghozali dengan hakikat cinta yang sebenarnya, sebuah rasa kecintaan manusia terhadap sesuatu yang di anggap sebagai keindahan yang patut dicintai, bahkan tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa memang cinta dan keindahan itulah unsur yang saling berhubungan erat, karena manusia yang merasakan cinta dalam hatinya pasti ia akan menemukan segala keindahan tertuang di dalamnya, kalau dalam bahasa anak muda sekarang dunia serasa milik kita berdua.
Seperti kata syair “seseorang yang tidak dapat merasakan keindahan maka dia tidak akan ia dapati kehidupan ini sesuatu yang indah. Dengan kata lain, orang yang tidak mempunyai rasa cinta ia akan mendapati sesuatu yang buruk, jelek, benci dan perasaan buruk yang lainnya.
Setelah kita sepakati bahwa segala sesuatu yang indah itu sesuatu yang dicintai adalah definisi dari cinta itu sendiri, seperti yang telah di paparkan di atas, maka “Ketika kita katakan Allah itu adalah dzat yang indah maka tiada penyangkalan lagi untuk di cintai” Dan kemudian apabila seseorang yang telah berjuang untuk mencari keredlaan Allah kemudian ia temukan sebuah keindahan Allah maka cintalah jawabannya, seperti apa yang telah disinggung dalam hadist Nabi “sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai sesuatu yang indah”.
Tentu keindahan yang dimaksudkan disini bukanlah keindahan seperti yang kita anggap selama ini, karena keindahan yang di miliki oleh Allah adalah berbeda dengan keindahan yang kita rasakan di dunia ini, karena Allah yatanazzahu minhu, Terakhir dapat kita simpulkan sebab-sebab manusia mencintai ;
- Kecintaan manusia karena dirinya sendiri, cinta kepada kesempurnaan dirinya
- Kecintaan manusia karena seseorang dan sesuatu yang berbaik hati atau berjasa kepada dirinya
- Kecintaan manusia karena seseorang yang berbaik hati kepada dirinya di hadapan pandangan orang lain, walaupun tidak secara langsung kepada dirinya.
- Kecintaan manusia karena sesuatu yang mempunyai unsur keindahan
- Kecintaan manusia karena sesuatu dan seseorang yang memang ada tali pengikat antara keduanya.
Imam ghazali menyimpulkan kelima sebab ini tidak kita temui kesempurnaannya kecuali menyandarkan semuanya kepada Allah, karena yang dapat memenuhi dari kelima cinta itu hanyalah Allah. dari sinilah tidak ada yang berhak atas cinta manusia kecuali Allah saja. Dan tidak ada yang patut di cintai kecuali Allah saja, hal ini al qur’an menyebutnya sebagai ciri khas orang mukmin adalah cintanya kepada Allah melebihi cintanya kepada yang lainnya “Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah” (QS : Albaqoroh:165)
Begitulah ruang lingkup cinta manusia, cinta memang terbagi menjadi bebarapa macam, dan berbeda dalam beberapa aspek dalam setiap lini kehidupan, namun semua itu bemuara hanya kepada satu cinta, cinta kepada Allah, inilah cinta hakiki yang seharusnya mempengaruhi manusia untuk mencintai yang lainnya, dengan kata lain dengan cinta terhadap Allah maka secara otomatis cinta kepada yang lainnya akan ikut dengan sendirinya, mulai dari cinta terhadap manusia, sayang terhadap binatang, ramah terhadap lingkungan sekitar dan lain sebagainya.
Maka dari itu cinta terhadap Allah bukan berarti kita menolak untuk memberikan cinta itu kepada orang atau sesuatu di sekitar kita, justru hal seperti itu malah sesungguhnya tidak termasuk cinta kepada Allah yang sebenarnya.
Satu hal yang pasti bawa cinta kepada Allah bukanlah cinta yang egois, dimana cinta kepada Allah dan mengabaikan cinta kita kepada orang lain, akan tetapi cinta itu saling berbagi, antara pencipta dan yang diciptakan dalam hal ini adalah manusia, seperti dalam firman Allah, “katakanlah hai Muhammad jika kalian mencintai-Ku (Allah) maka ikutilah aku (Nabi Muhammad)”
Sesungguhnya cinta itulah payung dari kehidupan, kehidupan tanpa cinta tak kan pernah ada artinya, saat cinta tersebar dikalangan sesama insan akan menjadikan mereka mau untuk bersedekan, berinfak memberi, menolong, rela berkorban, begitu pula menyebarkan cinta kepada lingkungan sekitar akan timbul kebersihan lingkungan, kenyamanan dan ketentraman yang tentunya merupakan dambaan semua orang, seperti itulah jika cinta kepada Allah di realisasikan, cinta yang dapat menumbuhkan spirit untuk mencintai yang lain sebagaimana mencintai diri kita sendiri, la yu’minu ahadukum hatta yuhibbu li akhihi ma yuhibbu linafsihi. Seperti itulah kiranya cinta kepada Allah. Wallahu A’lam
Published: 2010-03-24T11:10:00-07:00
Title:Cinta Menurut Pandangan Islam
Rating: 5 On 221210 reviews
POSTINGAN LAIN YANG MUNGKIN ANDA SUKA
Posted by Yonke-Blogger at 11:10 AM
wow, kayaknya ikut kajian terus neh^^ azzam bgt gt loh heehhe
ReplyDeletenice articel
Lanjutkan... Lebih cepat lebih baek...
ReplyDeleteYou're definitely a outstanding web site owner. The web site filling velocity is usually amazing. It kind of feels that you will be carrying out any one of a kind key. In addition, The articles tend to be work of art. you might have completed a wonderful task during this theme!
ReplyDelete