Agama Adalah Fitrah Manusia
Posted by Yonke-Blogger at 10:47 AM 0 comments
Katakan Kita Salafi, Bukan Aku Salafi
Posted by Yonke-Blogger at 1:41 PM 5 comments
Dari Kuliah Menuju Ibadah
Posted by Yonke-Blogger at 10:32 AM 4 comments
Ramdhan, bulan pengkaderan moral
Posted by Yonke-Blogger at 10:30 AM 0 comments
2012, Kiamat Sudah dekat
Posted by Yonke-Blogger at 10:24 AM 1 comments
Pentingnya Kata Najis
Posted by Yonke-Blogger at 1:45 AM 4 comments
Masjd, Sebuah Tempat Yang Patut Disayangkan
Posted by Yonke-Blogger at 1:34 AM 0 comments
Suwal Bolong
Posted by Yonke-Blogger at 9:12 AM 3 comments
Abu Bakar isme Capres-Cawapres
Posted by Yonke-Blogger at 3:39 AM 0 comments
Antara Topi dan Songkok
Posted by Yonke-Blogger at 12:41 AM 4 comments
Salahkah Saya Berjenggot?
"Apakah anda seorang teroris?" Tanya si A
Hari-hari ini kepolisian Mesir sibuk melakukan razia anti-terorisme, kemungkinan besar hal ini di pengaruhi oleh trauma tragis yang pernah terjadi di daerah Khalili Masjid Sayyidina Husain (tempat dimana salah satu jasad sayyidina husain di makamkan) kemaren, bom yang menewaskan satu turis dan puluhan turis yang lain luka-luka, dan ternyata si peledak bom itu adalah seorang muslim ekstremis, atau muslim garis keras yang sering kita menyebutnya sebagai teroris.
Posted by Yonke-Blogger at 3:42 AM 10 comments
Salutku Pada Suku Afrika
Posted by Yonke-Blogger at 10:14 AM 1 comments
Cukup Lima Puluh Real Saja
Posted by Yonke-Blogger at 3:58 AM 1 comments
Musik dan Kawula Muda
Ungkapan ketidaksetujuan teman saya itu terlihat saat orang afrika melarangnya untuk bermain gitar, di katakannya bid’ah yang haram, dan lebih tidak tidak fearnya lagi di ambilnya dalil-dalil alQur’an yang sama sekali tidak menyokong pendapat itu.
Posted by Yonke-Blogger at 3:28 AM 0 comments
Ujian dan Syukur

Posted by Yonke-Blogger at 7:54 AM 0 comments
Jatuh Cinta Disaat Yang Salah
Mas, aku sangat mencintaimu, aku tidak pengen kehilangan kamu, aku pengen kita menjadikan ujung tombak sebagai terminal akhir hubungan kita, dalam artian kita bisa menjalin hubungan yang serius dari pada ini. Ungkapannya itu tertulis ketika saya membuka inbox di email saya. Saya pun bingung bagaimana membalas email itu, karena berbagai kebimbangan yang masih terngiang-ngiang dalam otak ini, apa saya tak bisa memilih perempuan yang selain dia, dengan ucapannya itu berarti saya tak ada pilihan lain kecuali harus menikahi dia. Tapi saya merasa kurang mantap dengan dirinya, setelah saya tahu kalau dirinya bukan seperti calon isteri yang saya idam-idamkan.
.
Sepulang dari warnet membuatku berfikir tentang hubungan ini, apakah saya lebih baik memutuskan hubungan ini, atau apakah saya harus hidup dengan keterikatan yang tidak saya senangi dan memaksa diri ini untuk menjadi pendamping setia dengan kekasih yang tidak saya kagumi, Sementara kalau saya memutuskan hubungan ini, berarti saya harus menyakiti hatinya, dan tentunya si dia akan benci pada saya dan berbagai macam masalah tentu akan saya dapati. Akhirnya saya tertidur dengan kebimbangan yang masih tersisa.
Saya memang bukan lah seorang hamba yang taat kepada-Nya, hasrat yang di miliki anak dewasapun saya tidak bisa mesikapinya sebagai hamba Allah yang taat terhadap apa yang di perintahkan-Nya kepada kita, dulu sebelum keberangkatan saya ke negeri Kinanah ini saya sempat kenal dengan seorang gadis yang sekilas tampak anggun, cantik dan menawan, ia menarik hati saya, tanpa berfikir panjang saya pun akhirnya jadian sama si dia, sampai akhirnya hubungan itu berakhir dengan kabar keberangkatan saya ke Mesir. Tapi itupun tak membuat hubungan kita putus di tengah jalan.
Waktu semakin berjalan, dan detik pun semakin berlalu, setahun rasanya seperti satu hari, hubungan ini pun masih tetap bertahan, tapi banyak hal yang baru saya sadari saat di sini, setelah hari-hari yang saya lewati sibuk bergelut dengan khazanah Islam, dan banyak mengikuti talaqqi (artinya pengajian). Di sela-sela pergaulanku dengan para teman-teman sefakultas, hasrat untuk mempunyai isteri yang shalihah pun mulai ada, karena bagaimanapun isteri shalihah adalah isteri idaman setiap manusia yang selalu bisa menyenangkan si suaminya begitu ucap salah satu temanku. Saya pun sadar betapa kekasih hati yang saya punyai saat ini sungguh kriteria yang ada pada dirinya jauh dari harapan, ah, saya pengen isteri shalihah, gumamku dalam hati. Sejak saat itu saya sangat menyesal dengan ulahku di masa dulu yang seenaknya saja mengajak jalan seorang wanita, tanpa batasan apapun dan tanpa berfikir akibat yang akan saya alami.
Saat itu saya baru sadar ternyata saya terjatuh dalam buaian cinta pada saat yang salah. Dan Islam lah yang benar, ia mensyariatkan kepada kita semua akan pernikahan dan tidak ada pacaran sebelum resmi menikah, itulah hikmah kenapa Islam mensyariatkan khitbah, agar si laki-laki dan wanita bebas memilih apa dia saling suka apa tidak, sehingga apa bila salah satu tidak suka tidak apa, toh kehormatan si wanita juga akan tetap terjaga, begitu juga dengan hubungan silaturrahmi keduanya. Hal ini berbeda dengan pacaran dahulu kemudian menikah, ketika pernikahan gagal menjawab terminal akhir hubungan mereka, malah tak jarang akan menjadi bibit permusuhan antara keduanya, dan si wanita juga kehormatannya sudah tidak terjaga lagi.
Masa muda adalah masa di mana hasrat untuk mencinta dan dicintai mulai tumbuh dalam diri mereka, dan itu memang hasrat yang telah di gariskan oleh-Nya kepada kita semua. Tapi bukan lantas saat kita di beri anugerah itu, kita bisa berbuat semau kita dan seenak kita, Allah menggariskan kepada kita aturan yang musti kita kerjakan agar kita tidak menyesal dan kita tidak rugi di masa depan, seperti yang saya alami saat ini. Dan pada akhirnya lebih baik menunggu dari pada menanti hal yang tidak pasti akan terjadi, lebih baik mengisi masa muda dengan hal yang bermanfaat untuk masa depan kita.
Posted by Yonke-Blogger at 6:52 AM 1 comments
Belajar dari Negeri Kinanah
Setelah sampai di daerah Sayyidah Aisyah, daerah tempat sayyidah Aisyah, istri Rasulullah di makamkan. Saya kembali naik bis untuk kedua kalinya, dan Alhamdulillah saya dapat tempat duduk, meski banyak orang lain yang berdiri, bergelentungan, dan berdesak-desakan. Saya dapat menikmati hamparan pasir, beraneka ragam gedung menjulang tinggi. Perusahaan dan pertambangan Mesir membuat suasana khas dengan alam arab nya.
Tanpa saya sadari di tengah-tengah perjalanan saya menuju kattamea, ada seorang wanita hendak menaiki bis yang saya naiki, tapi sayang semua tempat sudah penuh di penuhi semua penumpang, tapi dengan segera saya lihat salah satu lelaki yang naik bismempersilahkan tempat duduknya untuk ditempati oleh si wanita itu dan dirinya memilih berdiri demi wanita itu, tak lama kemudian bus semakin penuh dengan penumpang, saya semakin merasa tidak nyaman, udara semakin terasa panas, saya nyalakan mp3, untuk mnghidupkan suasana hati yang jenuh menghadapi suasana desak-desakan. Tanpa sengaja temanku dari satu negara terdesak dan kena tubuh wanita Mesir langsung saja si bapak yang ada di sampingnya marah-marah, saya sendiri tak tahu kenapa bapak itu marah, "ah mungkin saja bapak itu salah faham" gumamku dalam hati, ternyata sangkaanku itu salah saat salah satu dari teman yang lain bilang kalau "Wanita di Mesir ini sangat di hormati sekali ente menggoda cewek mesir hati-hati kalau sampai ada yang memukul ente". Sayapun mulai faham kenapa si bapak itu marah saat si wanita itu terdesak oleh orang lain.
Setelah beberapa menit saya direngkuh kebisingan yang membosankan, akhirnya sampai pada tujuan, Kattamea, saya maju ke depan untuk siap-siap turun dari bis, namun di depan ada seorang bapak tua yang juga ingin turun, ugh, bapak ini gumamku. nazil?? (artinya turun??) Tanyaku. Insya Allah, ucap bapak itu. Saya pun tak jadi memarahi bapak itu, saya tersenyum manis kepadanya, setelah mendengar bapak itu mengucapkan Insya Allah.
Sejak saat itu saya senang sekali untuk mengucapkan insya Allah dalam banyak hal, saya teringat ketika nabi Muhammad di lerai Allah karena lupa tidak mengucapkan Insya Allah, ketika ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi tentang roh, kisah ashhabul kahfi (penghuni gua) dan kisah dzulqarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. Dan beliau tidak mengucapkan "Insya Allah", tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat alkahfi 23-24, sebagai pelajaran terhadap Nabi; dan Allah mengingatkan juga bilamana Nabi lupa menyebut Insya Allah haruslah segera menyebutkan kemudian.
Pelajaran kedua yang dapat saya petik adalah penghormatan terhadap seorang wanita yang sangat dijunjung tinggi, saya teringat dengan ayat-ayat Allah yang banyak menjunjung tinggi derajat wanita di dalam banyak kisah di dalam Al Qur'an diantara salah satunya yaitu kisah Maryam. Dan ketika malaikat berkata kepada Maryam Wahai maryam Allah telah memilihmu dan mensucikanmu atas para wanita di muka bumi ini.wahai maryam beribadahlah kamu dan bersujudlah dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku' (QS : Ali Imran 42-43) bahkan nabipun menggambarkan kedudukan mulianya seorang wanita dengan menggambarkan surga ada di telapak kaki ibu.
Kejadian kecil ini nyaris membuat saya salut dan kagum subhanallah betapa agungnya nilai keberagamaan dan nilai-nilai islam di negeri seribu menara ini, barang kali inilah perbedaan mencolok antara indonesia dan Mesir, kalau di indonesia yang saya temui hanyalah seorang wanita berlengkak-lengkok menggoyangkan pinggulnya dan di saksikan oleh para ribuan penonton, dan lebih parah lagi media TV menyiarkan hal-hal seperti itu.justru sebaliknya di Mesir wanita di muliakan seperti kejadian kecil di atas. Rasanya kita musti belajar lebih banyak tentang akhlakul karimah dari negeri Tempat Imam Syafi'i dimakamkan ini.
Posted by Yonke-Blogger at 11:10 AM 4 comments
Pak Harto Juga Orang Islam
Dan kesepakatan itu rasanya sulit untuk kita berikan kepada Pak Harto, kalau Pak Karno berita kontrovesinya masih dalam tanda tanya dan masih butuh penelitian, justru Soeharto dinyatakan sebagai tersangka penyalahgunaan uang dana yayasan sosial yang dipimpinnya pada tanggal 31 Maret 2000.
Posted by Yonke-Blogger at 3:35 AM 174 comments
Saat Cinta Mulai Menyapa
Saat itu juga membuatku bernostalgia dengan zaman di saat islam mulai berjaya dengan mercusuarnya. Saat-saat indah saat Imam Ghazali ketika menulis Ihya’ Ulumuddin, berbeda dengan zaman modern sekarang ini, zaman yang kata Yusuf Qardhawi, zaman yang penuh dengan kebobrokan moral., zaman yang bukan seperti zaman Siti Nurbaya. Dan zaman disaat para pemuda tak lagi peduli lagi akan nilai-nilai akhlak, seakan batas-batas antar kebatilan dan kebenaran menjadi sama, tak dapat dipisahkan.
Disaat musik-musik band menjadi suatu idola dan kebanggan di mata anak muda, disaat televisi-televisi menawarkan suguhan acara-acara bernuansa cinta, saat itu juga anak-anak muda berlomba-lomba seperti idola mereka, dengan mnengkonsumsi musik-musik. Bahkan ada yang bilang nggak gaul kalau tidak tahu perkembangan musik. Mereka berlomba-lomba membuat kisah cinta layaknya selebriti-selebriti, dengan semakin mengaplikasikan dalam bentuk pecaran, sampai lupa akan tugasnya sebagai generasi bangsa, belajar-dan terus belajar.
Benar, memang susah kita ingin menjauhi dari rasa cinta dan saya rasa itu memang hasrat manusia yang alami dari sananya, sebagai fithrah ilahi yang digarisakan pada manusia. Jalaluddin Rumi pun telah menggambarkan dari jauh-jauh abad yang lalu, tentang cinta ia menggambarkan bahwa cinta merubah yang pahit menjadi manis, tanah menjadi biji emas, suatu yang keruh menjadi terasa bening, rasa sakit menjadi seperti obat, penjara laksana sebuah taman, dan sakit adalah sebuah kenikmatan,.
Sungguh dan sangat indah begitu kira-kira satu kata yang dapat aku simpulkan, karena aku sendiri juga pernah mengalaminya, dan bagi kita yang tidak mempunyai rasa ketaqwaan pada Tuhan, kita akan menghalalkan segala cara untuk dapat menyalurkan hasrat biologis kita, bisa dengan berpacaran, bisa dengan bersepi-sepi berduaan dengan si kekasih, bahkan hari-hari kita diisi dengan kesibukan memikirkan sang kekasih. Menunggu dan terus menunggu itu konsekuensi yang di dapat darinya.
Cinta seakan membuat seseorang itu buta dengan hakikat cinta, Jalaluddin Rumi saat di tanya kepada siapa kita harus mencinta? Dia menjawab dengan ucapannya, “sesungguhnya cinta yang abadi hanyalah patut kita sandingkan pada dzat yang abadi. Dan inilah cinta para Nabi dan para ahli hikmah”.
Cinta beda jenis, buatku adalah anugerah yang patut kita syukuri atas diberinya kita hasrat untuk bisa mencintai, tapi kita juga tidak bisa mensikapinya dengan cara yang dapat membuat kita terlena, dapat membuat kita lupa akan hakikat diri kita, apa lagi melanggar larangan-larangan Tuhan, Naudzu billah. Cinta anak-anak muda sebelum menikah hanyalah cinta yang tidak tulus karena kita masih meminta banyak darinya. Buatku lebih baik di masa muda kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat buat diri kita untuk masa depan diri kita, nusa dan bangsa kita. Dan mungkin lebih baik menunggu dari pada mengharap sesuati yang tidak pasti yang hanya dapat membuat kita resah dan gelisah.
Posted by Yonke-Blogger at 3:41 AM 1 comments



